Minggu, 30 Agustus 2015

Danau Maninjau



Danau Maninjau merupakan sebuah wisata alam danau vulkanik yang terletak di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat. Letak Danau ini kira-kira 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.


Danau Maninjau merupakan hulu dari sungai Batang Sri Antokan. Di bagian hulu dari sungai Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi di sekitar perbukitan Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Fasilitas wisata di sekitar danau Maninjau terdapat beberapa Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai), penginapan, pemandian air panas dan resotran. [id.wikipedia.org]

Kelok 9


Wisata Kelok 9 adalah sebuah ruas dan jembatan yang berkelok membentang sepanjang 300m di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten, Sumatera Barat. Ruas jalan ini terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Ruas jalan ini diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam : Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. [wikipedia.org]

Dahulu kelok 9 adalah salah satu jalan yang cukup menyeramkan bagi para pengendara karena bentuk jalan yang curam dan berbatasan langsung dengan jurang. Akan tetapi kini, orang dengan sengaja lebih memilih untuk melewati kelok 9 untuk menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur jalan lintas ini. Berikut adalah keistimewaan yang dimiliki oleh Kelok 9 :

1. Konstruksi yang unik
Para pengendara yang melewati kelok 9 dipastikan tidak akan bosan, karena disuguhi konstruksi jalan yang unik. Perpaduan antara keindahan alam perbukitan dan keindahan arsitektur modern merupakan kombinasi yang unik atas jalur ini. Kelok 9 yang dahulu berbatasan dengan jurang, sekarang tidak lagi menyeramkan karena ditopang oleh 30 pilar yang kokoh dengan ketinggian 10-15 meter dan dapat menampung 14.000 kendaraan setiap harinya. 









[Foto by indonesia.travel]


2. Menjadi salah satu tempat wisata.
Panorama yang indah yang ditawarkan oleh jembatan kelok 9 tentu saja akan mengundang ketertarikan dari para pengendara yang melewatinya. Tak asing jika Kelok 9 dijadikan sebagai tempat wisata untuk sekedar beristirahat ataupun untuk berfotoria sekaligus menikmati indahnya hutan yang mengelilingi Kelok 9.

3. Menjadi Ikon Sumatera Barat
Jika Jawa Timur memiliki Jembatan Suramadu dan Sumatera Selatan memiliki Jembatan Ampera, maka Sumatera Barat tak ingin kalah. Jembatan Kelok 9 menjadi kebanggan dan Landmark propinsi ini. Dengan adanya jembatan kelok 9, Sumatera Barat semakin dikenal dan akan menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pelancong yang tidak ingin kehilangan sensasi menyeberangi jembatan yang dikelilingi oleh lembah dan hutan.
[citizen6.liputan6.com]

Senin, 17 Agustus 2015

Danau Singkarak


Danau Singkarak merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera. Danau ini memiliki luas 107,8 km². Wisata alam ini membentang di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar. Danau ini merupakan hulu dari Batang Ombilin.

Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). [wikipedia.org]

Nama dari Danau Singkarak sudah dikenal di masyarakat internasional maupun nasional. Hal ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat beserta Pemerintah Sumatera Barat dalam memajukan pariwisata Danau Singkarak. Acara bertaraf internasional maupun nasional sering diadakan di kawasan ini. Salah satu diantaranya adalah Kejuaraan Balap Sepeda Tour de Singkarak yang sudah diselenggarakan beberapa kali.

Berikut informasi rute yang bisa diambil untuk menuju Danau Singkarak menggunakan angkutan umum, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ---> Terminal Bareh (Solok) ---> Ambil arah kiri sebelum jembatan Terminal Sumani ---> Saniang Baka ---> Danau Singkarak. Untuk persoalan biaya transportasi cukup tejangkau. Biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan kendaraan umum berkisar antara Rp20.000 sampai dengan Rp25.000. Bila ingin menggunakan jasa mobilsewaan, wisatawan perlu mengeluarkan kocek sekitar Rp400.000 per hari. Perjalanan bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dalam waktu 2,5 jam dari Kota Padang. Bila ingin menikmati danau ini dari dekat, wisatawan bisa menyewa perahu untuk berkeliling danau dengan harga yang terjangkau. Di sekeliling danau juga berjejer sarana penginapan serta beberapa restoran. [www.kompasiana.com] [foto by syahputraharisson.blogspot.com]

Selain itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) DIVRE II Padang dalam upaya penyelamatan sarana dan prasarana serta mengenalkan keindahan alam serta budaya Sumatra Barat, pada tanggal 21 Februari 2009 meresmikan Kereta Wisata dengan rute Padang Panjang – Sawahlunto, Jalur kereta api ini melewati Danau Singkarak.

Kereta api wisata ini dijalankan setiap weekend namun bisa dicarter sesuai dengan keinginan. Setiap operasinya, KA ini terdiri dari 3 kereta ekonomi, 1 kereta makan dan pembangkit, serta 1 kereta eksekutif berjenis IW-2. Fasilitas kereta ini tidak jauh berbeda dengan kereta Nusantara yang ada di Jawa, dengan dilengkapi jendela untuk melihat pemandangan sekitar jalur kereta api. [heritage.kereta-api.co.id]

Untuk rute Sawahlunto – Batu Tabal harga tiket per lembarnya Rp 20.000. (Stasiun Sawahlunto –Muara Kalaban – Solok – Singkarak – Batu Tabal). Berikut jadual Kereta Api dari Stasiun Sawahlunto.
Datang : 8.48 WIB, Berangkat : 9.30 WIB.
Datang : 15.45 WIB, Berangkat : 16.20 WIB.

[www.dansapar.com]