Tampilkan postingan dengan label Wisata Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Desember 2015

Jam Gadang


Jam Gadang merupakan ikon kota Bukit Tinggi pada khususnya dan Sumatra Barat pada umumnya. Bangunan ini terletak di kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukit Tinggi, Provinsi Sumatra Barat.

Menara Jam ini memiliki 4 buah jam yang sangat besar di keempat sisinya. Karena ukuran jam sangat besar sehingga masyarakat sering menyebutnya “Jam Gadang” yang dalam bahasa Minangkabau berarti “jam besar”.

Secara struktur jam gadang memiliki denah dasar seluas 13x4 meter. Sedangkan bagian dalam menara setinggi 26 meter. Menara ini terdiri beberapa tingkat, dimana tingkat paling atas digunakan sebagai penyimpan bandul jam. Masing-masing jam gadang memiliki diameter 80 cm. 

Menurut sejarah jam ini didatangkan langsung dari Rotterdam, belanda. Dimana untuk menggerakkan jam dilakukan secara mekanik menggunakan sebuah mesin. Konon cerita, mesin jam ini hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang dan Big Ben di London, Inggris.

Jam Gadang dibangun tanpa menggunakan besi penyangga dan semen. Konon cerita, campurannya hanya berupa kapur, putih telur dan pasir putih

[Foto by www.beritanetizen.com]

Minggu, 30 Agustus 2015

Kelok 9


Wisata Kelok 9 adalah sebuah ruas dan jembatan yang berkelok membentang sepanjang 300m di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten, Sumatera Barat. Ruas jalan ini terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Ruas jalan ini diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam : Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau. Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km, terdiri dari enam jembatan dengan panjang 959 meter dan jalan penghubung sepanjang 1.537 meter. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. [wikipedia.org]

Dahulu kelok 9 adalah salah satu jalan yang cukup menyeramkan bagi para pengendara karena bentuk jalan yang curam dan berbatasan langsung dengan jurang. Akan tetapi kini, orang dengan sengaja lebih memilih untuk melewati kelok 9 untuk menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur jalan lintas ini. Berikut adalah keistimewaan yang dimiliki oleh Kelok 9 :

1. Konstruksi yang unik
Para pengendara yang melewati kelok 9 dipastikan tidak akan bosan, karena disuguhi konstruksi jalan yang unik. Perpaduan antara keindahan alam perbukitan dan keindahan arsitektur modern merupakan kombinasi yang unik atas jalur ini. Kelok 9 yang dahulu berbatasan dengan jurang, sekarang tidak lagi menyeramkan karena ditopang oleh 30 pilar yang kokoh dengan ketinggian 10-15 meter dan dapat menampung 14.000 kendaraan setiap harinya. 









[Foto by indonesia.travel]


2. Menjadi salah satu tempat wisata.
Panorama yang indah yang ditawarkan oleh jembatan kelok 9 tentu saja akan mengundang ketertarikan dari para pengendara yang melewatinya. Tak asing jika Kelok 9 dijadikan sebagai tempat wisata untuk sekedar beristirahat ataupun untuk berfotoria sekaligus menikmati indahnya hutan yang mengelilingi Kelok 9.

3. Menjadi Ikon Sumatera Barat
Jika Jawa Timur memiliki Jembatan Suramadu dan Sumatera Selatan memiliki Jembatan Ampera, maka Sumatera Barat tak ingin kalah. Jembatan Kelok 9 menjadi kebanggan dan Landmark propinsi ini. Dengan adanya jembatan kelok 9, Sumatera Barat semakin dikenal dan akan menjadi salah satu destinasi wisata bagi para pelancong yang tidak ingin kehilangan sensasi menyeberangi jembatan yang dikelilingi oleh lembah dan hutan.
[citizen6.liputan6.com]

Minggu, 09 Agustus 2015

Istana Basa Pagaruyung


Istana Basa Pagaruyung terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tempat wisata ini jika ditempuh dari kota Padang berjarak sekitar 105 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan.

Istana ini merupakan replika istana kerajaan Pagaruyung di masa lalu. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Dan pada akhir 1970-an, istana ini telah dibuka kembali. [id.wikipedia.org]




Pada prinsipnya, Istano Basa Pagaruyung mempunyai 2 (dua) unsur yaitu:
1. Unsur Utama
                Batu Tapakan
                Singasana (Pelaminan Bundo Kanduang)
                Bilik (Kamar)
                Anjunag Rajo Babandiang
                Anjuang Perak
                Bandua Tangah
                Bandua Tapi
                Tango
                Anjuang Paranginan
                Mahligai
                Tanjuang mamutuih
                Pincuran Tujuh

2. Unsur Penunjang
                Dapur
                Surau
                Rangkiang Patah Sembilan
                Tabuah Larangan
                Taman Istano Basa


Selain itu Pagaruyung memiliki objek wisata lain yakni Bukit Batu Patah Luhak nan Tigo dan Bukit Alahan Panjang. [kota-batusangkar.blogspot.com]